PADANG — Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Daerah bersama sejumlah insinyur perguruan tinggi lokal meluncurkan Sistem Peringatan Dini Terpadu berbasis Internet of Things (IoT) untuk mendeteksi potensi banjir bandang secara real-time.
Sensor cerdas ini dipasang di hulu sungai dan lereng rawan longsor untuk mengukur curah hujan, kelembapan tanah, dan debit air. Data tersebut langsung diolah oleh server pusat lalu dikirimkan sebagai notifikasi peringatan berjenjang langsung ke ponsel pintar milik warga yang berada di zona merah.
Implementasi teknologi ini menekan waktu respons evakuasi hingga 50%, sebuah inovasi yang dinilai sangat krusial dalam menyelamatkan ribuan nyawa ketika cuaca ekstrem melanda pesisir barat Sumatera.